Sempat Meminta Tolong, MI Alami Penganiayaan Hingga Tewas

Pagaralam MNK -Dari Keluarganya,Misawati (22) merupakan gadis cantik dan energik, supel serta ramah terhadap orang lain membuat dirinya harus berjibaku dengan laki-laki hidung belang, demi mempertahankan kehormatanya.

Misawati, perempuan kelahiran Pagaralam, Desember 1999 ini, seusai menamatkan pendidikannya pada sekolah Kejuruan tingkat Atas (SMK) di salah satu sekolah Negeri kota Pagaralam, mulai bekerja di Swalayan dan Minimarket dan terakhir bekerja di Kantin SMP N 2 kota Pagaralam Sebagai pedagang makanan.

Sebagai wanita yang mulai beranjak dewasa kesehariannya misawati selalu berinteraksi dengan rekan-rekanya baik seusianya maupun diatas usianya.

Diketahui sebelumnya, korban juga sempat meminta tolong kepada teman nya dengan mengirim Viocenote dan mengirimkan posisi keberadaannya melalui sharelock, setelah dilakukan pencarian oleh teman-temanya, korban sudah tidak berada di lokasi, pencarian korban pun dilakukan hingga jam 03.00 Dini hari, namun juga tidak membuahkan hasil,” jelas salah seorang teman korban.

Namun kali ini, nasib malang pun yang dialaminya dengan berakhir tragis, hingga menghebohkan warga karena dirinya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka lebam dibagian kepala belakang, luka lecet dan memar di beberapa bagian tubuh lain nya, selain itu handphone milik korban sampai saat ini masih belum jelas keberadaanya.

Dirinya tergeletak dipinggir jalan diwilayah Cawang Baru kecamatan Dempo Utara kota Pagaralam Minggu, 30/07/2022.

Sepekan seusai kejadian, Kini Pihak Kepolisian Resort Pagaralam berhasil menciduk pelaku Riki Santoso (31) di tempat persembunyian di wilayah simpang manna kota Pagaralam pada Minggu, 07/08/2022.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono Sik MH menjelaskan, untuk sementara dasar dan motif pembunuhan diduga pelaku kecewa terhadap korban.

Dari keterangan pelaku Kapolres menjelaskan, Awalnya pelaku dan korban melakukan Chatingan melalui pesan aplikasi meChat, kemudian pelaku menjemput korban untuk berjalan-jalan di wilayah kampung II, kemudian pelaku mengajak korban ke wilayah cawang kecamatan Dempo Utara,

Masih dari keterangan pelaku setiba dilokasi, pelaku mengajak korban melakukan tindakan diluar nikah, namun ditolak oleh korban, hingga akhirnya terjadi kontak fisik, setelah mobil mulai mau berjalan, korban berusaha menyelamatkan diri dengan keluar melompat dari pintu mobil, yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri hingga meninggal dunia. Jelas kapolres.

Atas dasar pengakuan dari pelaku serta keterangan dan barang bukti lainya, pihaknya akan terus mendalami dan mengembangkan kasus ini hingga tuntas.”imbuh kapolres.

Sementara itu dari pihak korban, M Teguh yang merupakan Kakak Kandung Korban hingga saat ini, dirinya masih merasa terpukul atas kejadian ini, Misawati adik semata wayang yang dia kenal selama ini adalah orang baik-baik, kini harus meninggalkannya selama-lamanya,

Dirinya juga berharap pelaku bisa dihukum yang setimpal atas perbuatanya, dimana sebelumnya korban meminta tolong kepada teman nya dan saat ditemukan di tubuh adiknya banyak luka memar.

“Semoga Allah mengazab pelaku, dan kami juga berharap pelaku yang telah menganiaya adek saya, kepada pihak penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini dan menghukum pelaku, seadil-adilnya”Jelasnya.

Koresponden Tommy

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *