Gelar Safari Ramadhan, CSL Serap Aspirasi Masyarakat Bungsel

MN.Natuna- Bupati Natuna, Cen Sui Lan, memimpin rombongan Safari Ramadhan 1446 Hijriyah, bersama jajaran Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan perwakilan DPRD Natuna serta Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) ke Masjid Ma’arif Batu Bayan Desa Cemaga Tengah Kecamatan Bunguran Selatan, Sabtu (8/3).

Sebagai kegiatan tradisi masyarakat melayu di kepulauan Riau, Safari Ramadhan menjadi media mempererat silahturahmi antara pejabat daerah dengan masyarakat dan aparatur ditingkat kecamatan, yang mana umumnya momen ini juga dimanfaatkan Kepala daerah dan jajaran dinas teknis untuk mengetahui realitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur serta potensi ekonomis disetiap daerah.

Bagi sebagian tempat Ibadah ditingkat desa atau kecamatan yang terdaftar, dalam jadwal rute kunjungan safari ramadhan pemkab Natuna, oleh rombongan yang diketuai Bupati maupun wakil Bupati Natuna, menilai sebagai bentuk kehormatan dan kebanggaan tersendiri, karena lewat momen ini, masyarakat dan aparat setempat bisa bercengkrama secara langsung dan menyampaikan aspirasinya.

Adapun rangkaian safari ramadhan ini, diawali dengan mendengarkan ceramah agama (tausiyah) menyambut masuknya waktu sholat magrib untuk berbuka puasa bersama, sholat magrib berjamaah, dilanjutkan isya dan tarawih berjamaah.

camat bunguran selatan supardi

Dalam kesempatannya, Camat Bungsel Supardi menyampaikan sejumlah usulan peningkatan sarana dan prasarana diwilayah kerjanya seputar, sinyal jaringan telekomunkasi seluler dan internet, air bersih, sanitasi, bidang kelautan dan perikanan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga bantuan masyarakat sektor perkebunan dan pertanian.

Ia menilai, sejumlah keterbatasan sarana dan infrastruktur dasar tersebut, cukup menjadi masalah serius bagi masyarakat setempat untuk menunjang kegiatan ekonomi kerakyatan yang mandiri, sebab itu, dengan kunjungan perdana Bupati ke Kecamatan ini, dirinya berharap usulan tersebut bisa diakomodir dan menjadi catatan bagi dinas terkait dalam rombongan safari ramadhan tersebut.

Kecamatan Bunguran selatan dengan cakupan 4 desa ini, memiliki potensi ekonomi produktif yang diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi mandiri masyarakat, baik dari sektor perkebunan cengkeh, karet dan kelapa yang menjanjikan serta perikanan.

Menyusul tingginya permintaan komoditas buah kelapa saat ini, kecamatan Buguran Selatan sejak jaman nenek moyang cukup dikenal dengan hasil komoditas ini, namun saat ini, banyak kebun milik warga yang  sudah menurut produksi buahnya, karena tidak dilakukan peremajaan atau penanaman bibit baru. Setidaknya, untuk mengatasi masalah ini, Supardi mewakili masyarakatnya berharap banyak, peerintah kabupaten bisa mengatasi kebutuhan bibit kelapa jenis unggul untuk menyangga ekonomi kerakyatan di Kecamatan Bunguran Selatan.

Bupati Natuna Cen Sui Lan

Menanggapi hal tersebut, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, bakal mengupayakan aspirasi ini, begitu juga menyoal kebutuhan air bersih, dirinya sudah menghubungi Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI, untuk segera mengoperasikan Embung Sebayar, guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Pulau Bunguran Besar, termasuk mendistribusikan ke Kecamatan Bunguran Selatan.

Terkait hal ini, dirinya juga meminta kepada dinas terkait untuk menyiapkan dokumen pendukung yang dibutuhkan Pemerintah Pusat, sehingga dengan direalisasikannya pengajuan pemerintah daerah terkait embung Sebayar ini, diharapkan permasalahan kebutuhan air bersih di Bunguran Besar bisa terjawab.

Sementara terkait bidang perkebunan, pihaknya akan mempelajari regulasi dan menyiapkan program pendampingan bagi petani, termasuk pemberian bantuan pupuk dan bibit untuk meningkatkan produksi komoditas perkebunan masyarakat. Apalagi di Natuna mash banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin jika dikelola dengan baik, Natuna bisa menjadi daerah pemasok kelapa secara nasional.

Cen Sui lan juga membenarkan bahwa saat ini kelapa terdaftar sebagai komoditas pasar yang paling diminati, selain untuk kebutuhan masyarakat lokal, skala besar juga untuk kebutuhan industri dalam dan luar negri, apalagi ini akan sejalan dengan program gubernur Provinsi kepri sehingga program ini bisa berkolaborasi antara provinsi dan kabupaten.

Jika potensi ini mengalami kemajuan dan skala produksi maksimal, daerah ini juga berpeluang untuk dibangun kawasan industry pengembangan pabrik pengolahan nantinya, tidak sampai disitu, yang terjadi dikota berkembang, perkebunan kelapa tidak hanya terkonsentrasi pada santannya saja, tetapi bersinergi dengan produksi kayu industri berbahan dari batang kelapa, begitu juga tempurung dan kulit sabutnya serta gula kelapa.

Menutup sambutannya, ia juga mengajak kepada seluruh komponen masyaraat termasuk aparatur pemerintah ditingkat kecamatan, kelurahan dan desa untuk bersama menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, guna mengintervensi tingginya stunting menjadi masalah nasional di Indonesia.

Pemerintah daerah akan berupaya hadir ditengah masyarakat untuk mencarikan solusi akan kebutuhan penduduknya, yang berkaitan dengan peningkatan kesejahtaeraan dan ekonomi kerakyatan, selain pola hidup bersih dan sehat, pencegahan stunting juga harus dibarengi dengan ekonomi yang baik, untuk menjamin kebutuhan gizi.

Bupati perempuan pertama di Natuna ini juga didampingi suaminya H. Raja Mustakim, selain itu juga dihadiri Sekda Natuna, Boy Wijanarko Varianto, beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Natuna, Ketua DPRD Natuna, Rusdi, beserta anggota, seperti Erimuddin, Azi dan Suparman, Forkopimda, Koordinator Staf Khusus Bupati, Hadi Chandra, serta rombongan lainnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *