Memasuki masa reses pertama, ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki SH menggelar pertemuan bersama masyarakat Desa Sededap dan Desa Teluk Labuh Kecamatan Pulau Tiga bertempat di Gedung pertemuan Desa, pekan pertama Maret kemarin.
Dalam agendanya, reses sebagai kegiatan dasar secara eksternal bagi wakil rakyat, menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing. Guna menjaring, menampung aspirasi konstituen serta melaksanakan fungsi pengawasan dikenal dengan kunjungan kerja.
Menurut Marzuki, sebagai wakil rakyat dari Dapil III, ini merupakan upayanya memperjuangkan kepentingan masyarakat yang diwakilinya, nantinya usulan tersebut akan difailitasi kepada pemerintah daerah, sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan RKPD (Rancangan Kinerja Pembangunan Daerah).
Adapun cakupan wilayah Dapil (Daerah Pemilihan) III mewakili enam kecamatan diantaranya, Kecamatan Bunguran Barat, Kecamatan Pulau Tiga, Kecamatan Tiga Barat, Kecamatan Bunguran Batubi, Kecamatan Bunguran Utara dan Pulau Laut.
Marzuki menyampaikan setiap hasil aspirasi yang diusulkan oleh masyarakat, nantinya akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Natuna, untuk selanjutnya dibahas dan disampaikan kepada Bupati Natuna, melalui BP3D (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah).
“Kami akan mengawal usulan rakyat ini, supaya bisa diakomodir sebagai urutan prioritas pada rencana pembangunan daerah tahun mendatang,” terang Marzuki politisi Partai Gerindra tersebut.
Dari kegiatan reses di dua Desa Kecamatan Pulau Tiga ini, beberapa usulan masyarakat sepakat untuk mengusulkan infrastruktur jalan penghubung antara kedua desa tersebut, berikut peningkatan pelayanan listrik desa.
” Tahun ini, kami fokus pada kebutuhan jalan penghubung antara Desa Sededap dan Teluk Labuh. Meski sudah dianggarkan, tapi dana itu tidak bisa mengakomodir pembangunan jalan hingga rampung, jadi harus diusulkan tahap lanjutan, pada tahun berikutnya,”.
Tahun anggaran 2022 ini, pemerintah daerah telah menyiapkan sedikitnya Rp.760 juta melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), untuk pembangunan infrastruktur tersebut, namun demikian volume panjang belum bisa rampung menjangkau akses kedua desa, sehingga harus diusulkan secara bertahap tahun 2023 mendatang.
“Saya kira jalan penghubung ini sangat dibutuhkan masyarakat Desa terlebih lagi bisa menunjang perekonomian masyarakat. Jika akses jalan ini nanti sudah dibangun, tentu akan memudahkan masyarakat untuk beraktivitas. Hal ini akan kami upayakan untuk disampaikan ke Pemerintah Daerah, agar pembangunan akses jalan segera terealisasikan,”.
Disampaikan Marzuki, masyarakat juga meminta agar listrik di kedua Desa bisa normal menyala 24 jam seperti di Kecamatan lainnya.
“Keluhan lain yakni masalah listrik, selama ini dikedua desa itu memang listriknya hanya beroperasi selama 14 jam. Akan kita fokuskan juga ke listrik agar turut menggerakkan perekonomian masyarakat,” tandas Marzuki.
Turut Hadir pada kegiatan tersebut yakni Angoota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Natuna Dapil III, Azi S.Sos Partai Golkar, Lamhot Sijabat Partai Nasdem dan Ibrahim Partai PDI Perjuangan, Kepala Desa Sededap Absomad S.H, Kepala Desa Teluk Labuh Muhammad Yusuf, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tamu Undangan dan Masyarakat Desa Sededap dan Teluk Labuh.













