MN.Natuna- Dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Natuna Wan Siswandi- Rodhial Huda, membawa rombongan sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) teknis, secara estafet melakukan kunjungan kerja ke enam kecamatan sekaligus.
Dalam kesempatannya, Bupati Natuna Wan Siswandi S.Sos M.Si menghadiri sekaligus membuka langsung pelaksanaan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah) tingkat kecamatan tahun 2023, enam kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Serasan, Serasan Timur, Pulau Panjang, Subi, Midai dan Suak Midai, Kamis (9/2) sampai Rabu, (15/2).
Lewat Kunker (Kunjungan Kerja) ini, Bupati beserta rombongan, dapat melihat secara nyata, kondisi dilapangan muali dari bentuk pelayanan pemerintahan tingkat desa dan kecamatan, hingga kebutuhan infrastuktur yang perlu dibenahi, serta silahturahmi dan mendengar keluh kesah kondisi masyarakatnya.
Saat berkunjung ke Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Bupati beserta rombongan menemui permasalahan kelangkaan BBM bersubsidi jenis pertalite, yang secara umum digunakan masyarakat sebagai bahan bakar transportasi darat dalam beraktifitas sehari-hari, hal ini disebabkan keterbatasan daya angkut kapal yang saat itu, pihak PLN Kecamatan secara bersamaan memesan bahan bakar untuk kebutuhan operasional mesin pembangkit dua kecamatan tersebut ke Depot Pertamina.
Disisi lainnya, masyarakat juga dihadapkan dengan buruknya kualitas jaringan sinyal telekomunikasi seluler, sehingga berdampak pada kelumpuhan akses komunikasi masyarakat, kendatipun hal ini dirasakan secara nasional akibat menurunnya bandwith dari pihak penyedia jasa operator seluler (vendor).
Sementara dari beberapa warga setempat yang dihimpun dilapangan menyebutkan, bahwa lemahnya kualitas sinyal dipengaruhi oleh kerusakan alat pada tower sinyal, dampak dari kegiatan padam bergilir oleh pihak PLN Kecamatan, untuk melakukan peningkatan jaringan instalasi kabel dan tiang listrik PLN.
Untuk Kecamatan Serasan Timur, Bupati juga menampung keluhan pihak kecamatan yang sampai kini belum memiliki akses halaman untuk kegiatan apel dan upacara bagi pegawai kecamatan, sehingga dilakukan didalam ruangan (indoor).

Diluar rangkaian kegiatan pemerintahan, Bupati dan wakilnya juga membagi tugas, memimpin safari magrib dan safari subuh ditempat berbeda, Selain menyampaikan tausiyah, Wan Siswandi dan Rodhial Huda selaku ketua rombongan safari subuh dan magrib, juga mengajak kepada aparatur Camat dan Desa untuk merangkul jajaran stafnya memakmurkan masjid dan surau, diharapkan dengan sendirinya akan menarik kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi secara sukarela, menggelar pengajian dan yasinan rutin setiap kamis malam, guna meminta perlindungan daerah agar mendapat berkah serta dijauhkan dari wabah penyakit dan bencana alam.
Selama sepekan kunjungan kerja ini, Bupati dan Wakilnya secara bergantian mengunjungi Masjid dan surau di enam kecamatan, usai melaksanakan shalat magrib berjamaah, dilanjutkan tausiyah dan shalat isya berjamaah, penyerahan bantuan beras dari hasil infaq ASN dilingkup kabupaten dan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu dan lansia, sesuai data penerima dari tingkat desa setempat, kemudian ditutup dengan menikmati hidangan khas kecamatan berbaur bersama warga yang menambah nilai kebersamaan.
Kegiatan safari subuh dan magrib ini bentuk ukhuwah islamiyah yang bisa dilakukan secara berkelanjutan, sehingga kedepannya, tumbuh regenerasi kalangan pemuda yang meneruskan kegiatan religi ini menjadi tradisi.
Setelah bermalam di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, rombongan bertolak menggunakan kapal cepat MV Indra Perkasa, melanjutkan rute kunjungannya ke Kecamatan Pulau Panjang.
Sebelum resmi menjadi Kecamatan Pulau Panjang, dua desa yakni, Desa Pulau Panjang dan Desa Kerdau, sebelumnya tergabung dalam wilayah administrasi Kecamatan Subi, yang kemudian dimekarkan dengan pertimbangan geografis sebagai desa terisolir.
Meskipun hanya memiliki dua desa, pemekaran kecamatan pulau panjang dilakukan untuk memperpendek rentang birokrasi, memberikan kemudahan pelayanan administrasi masyarakat, sekaligus dalam rangka percepatan dan pemerataan pembangunan. dengan status administrasi tingkat kecamatan, tentunya kebutuhan dasar infrastruktur sebagai standar kecamatan akan dibangun.
Setibanya diantara perairan Desa Pulau Panjang dan Desa Kerdau, kapal cepat yang membawa rombongan Bupati dan Wakil Bupati harus berlabuh dilaut, akibat kondisi alur dangkal, sehingga rombongan secara bergilir harus estafet menggunakan kapal nelayan berbadan kayu, menuju pelabuhan Desa Pulau Panjang.
Sambutan hangat masyarakat dari kedua desa ini, sangat antusias memenuhi sisi pelabuhan, tak sabar menanti “perubahan besar” yang dibawa bersamaan dengan kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Natuna beserta rombongan. Akibat cuaca ektrim pada penghujung pergantian tahun menyebabkan ijin pelayaran dihentikan, rencana kedatangan yang dijadwalkan pada awal bulan Januari kemarinpun harus tertunda, sementara berbagai persiapan yang dilakukan warga sudah rampung, bahkan untuk menjamu hidangan rombongan telah disembelih seekor sapi.
Spontan kekecewaan masyarakat terobati, dengan kedatangan rombongan Bupati Natuna kali ini, bukan tanpa sebab, karena harapan warga akan terbentuknya pemekaran kecamatan Pulau Panjang, segera terwujud. Benar saja, Said Muhdar ASN yang dimutasi dari Satpol-PP (Satuan Polisi Pamong Praja), telah disiapkan Badan Kepegawaian, menjadi Camat Pulau Panjang, hal ini ditandai dengan prosesi pelantikan sekaligus dibarengi dengan peresmian Kantor Camat sementara yang dialihfungsikan sementara, dari sebelumnya sebagai Kantor Desa Pulau Panjang.
Belum sehari resmi menjadi Kecamatan, daerah ini juga mendapat kesempatan menyelenggarakan rangkaian Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tingkat Kecamatan dipusatkan di balai pertemuan masyarakat Desa Pulau Panjang, yang dibuka langsung oleh Bupati Natuna.
Sebagai daerah administrasi kecamatan baru, Said Muhdar juga menyampaikan beberapa usulan strategis dengan konsep jangka panjang, ini untuk mendorong percepatan pembangunan diwilayah kerjanya, permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Bupati dan Wakilnya, disaksikan oleh tim asistensi terdiri dari OPD teknis dan masyarakat.

Kecamatan ke 17 di Kabupaten Natuna ini, mengusulkan program pembangunan dengan anggaran sedikitnya mencapai Rp.326 miliar, ini mencakup diantaranya, pembangunan Kantor Kecamatan, rumah dinas camat, kantor KUA (Kantor Urusan Agama), Polsek, Koramil, Pos AL, Puskesmas, hingga kantor PLN yang dibangun secara terpusat satu lahan seluas 10 hektar. Untuk infrastruktur pendukung, pihak kecamatan juga mengusulkan pembangunan jalan lingkar, pemecah ombak dan jembatan penghubung antara Desa Kerdau dan Desa Pulau Panjang sekitar 2,3 kilo meter.
Menanggapi hal tersebut, Bupati menyambut baik dan mengapresiasi konsep pembangunan terpadu ini, secara perencanaan, ini mengusung program jangka panjang yang sudah disiapkan, terkait besaran anggaran fantastis ini, Wan Siswandi tetap optimis terbangun secara bertahap, meskipun saat ini trend anggaran daerah sedang merosot.
Menurutnya, untuk melakukan pembangunan harus diawali dengan niat dan perencanaan, karena kegiatan strategis ini, nantinya bisa diakomodir dari anggaran tingkat Provinsi hingga pemerintah Pusat melalui kementrian, seperti yang terjadi diera dirinya menjabat sebagai kepala dinas perhubungan, dengan mengandalkan anggaran daerah saat itu, memang tidak mungkin terwujud, beberapa pembangunan mega proyek seperti, bandara enclave sipil, pelabuhan di kecamatan Subi dan Pulau Laut dengan panjang yang cukup fantastis.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan niatnya untuk merelokasi pemanfaatan kapal cepat MV Senoa untuk sarana transportasi penyeberangan masyarakat dan aparatur kecamatan Pulau Panjang, sebabnya, kepala dinas perhubungan yang turut hadir dalam tim asistensi, diminta untuk mengurus status peralihan dan kelengkapan administrasi lainnya.
Selain itu, disampaikan, kondisi litrik kecamatan Pulau Panjang, Kecamatan Seluan, desa Batu berlian yang saat ini masih beroperasi selama 14 jam sehari, telah masuk dalam daftar inventarisir peningkatan daya dari 10 MW (megawatt) yang diusulkan ketingkat kementrian, saat ini baru terealisasi 2 MW, kedepan sisa 8 MW lagi akan dibagi peruntukannya, kepada daerah yang masih belum dilayani 24 jam, termasuk penambahan daya untuk ibukota kabupaten di Pulau Bunguran Besar.
Terkait usulan jalan lingkar dan pemusatan perkantoran terpadu di kecamatan pulau panjang, Wan Siswandi juga meminta kepada pihak kecamatan untuk menginventarisir dan membuat perencanaan dibarengi status kesiapan lahan, sehingga ini akan membantu mempercepat kegiatan fisiknya oleh pemerintah, dalam kesempatan yang sama, Amrillah warga Desa Pulau Panjang mengaku bersedia memberikan hibah lahan untuk pembangunan perkantoran terpadu, dirinya mengaku siap untuk menghibahkan lahannya sebanyak 20 hektar sekalipun.
Antusias Amri ini langsung mendapat apresiasi dari Bupati, mengingat pengorbanan ini bentuk kesungguhan masyarakat yang optimis memajukan Kecamatan Pulau Panjang yang berpenduduk 1.181 jiwa.
Rombongan bertolak dari Kecamatan Pulau Panjang untuk rute kunjungan menuju Kecamatan Subi dengan masa perjalanan sekitar 150 menit, setibanya di pelabuhan, Bupati beserta rombongan digiring menuju lokasi Musrenbang Kecamatan Subi di Desa Subi Besar,
Kecamatan ini memiliki enam desa diantaranya, Desa Meliah, Meliah Selatan, Subi, Subi Besar, Subi Besar Timur Dan Desa Terayak, dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 2.012 jiwa. Saat membuka rangkaian Musrenbang di Kecamatan Subi, Camat Subi Awang Natuna Saputra menyampaikan sedikitnya 16 usulan untuk wilayahnya, mulai dari peningkatan infrastruktur, akses jalan penghubung tiga desa, bantuan alat tangkap dan komunikasi nelayan, tanggul penahan ombak, pembangunan unit pendidikan , kantor BPD (Badan permusyawaratan Desa) Desa Meliah, penahan ombak, tambatan dan pelantar.
Dalam kesempatannya, Bupati menyebutkan bahwa pelaksanaan Musrenbang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, sebagai tahap dasar pembangunan, karenanya, bentuk kegiatan usulan harus dibarengi analisa kepentingan dan azas manfaatnya, sebagai pertimbangan seleksi ditingkat yang lebih tinggi berdasar skala prioritas yang membawa kepentingan banyak orang.

Dalam rangkaian safari magrib di Desa Subi Besar Masjid Al Jannah, Bupati juga memberikan bantuan uang tunai kepada pengurus masjid, dengan peruntukan menyelesaikan fisik akhir bangunan masjid tersebut, dengan tujuan masjid ini bisa dimanfaatkan secara maksimal bagi aktifitas ibadah masyarakat pada bulan Ramadhan 1444 H mendatang.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan menuju kecamatan Midai dan Suak Midai, didaerah penghasil komoditas cengkeh dan kelapa ini, terdapat sedikitnya 12 usulan pembangunan yang diseleksi dari Desa Air Putih dan Desa Sebelat serta Kelurahan Sabang Barat yang berpenduduk sekitar 4.000 jiwa diantaranya, pembangunan pemecah ombak, revitalisasi kantor kelurahan, lanjutan jalan poros, pengadaan jaringan listrik berupa kabel dan tiang listrik, ruang tunggu dermaga, pengadaan tangga naik turun kapal penumpang, unit ambulan dan tabung inkubator untuk puskesmas Midai, penambahan akses bandwitch internet seluler, revitalisasi RKB (Ruang Kelas Belajar) SDN 01, pembangunan rumah dinas kecamatan dan revitalisasi pasar di Kelurahan Sabang Barat.
Camat Midai Edra Zulhendriadi menyampaikan kepada masyarakatnya, bahwa pemerintah kabupaten Natuna sampai saat ini masih konsisten membangun kecamatan Midai, hal ini dikatakan dengan pertimbangan terus menurunnya kondisi anggaran daerah yang dibarengi tunda salur, menyebabkan pemkab tidak bisa berbuat banyak, namun demikian, sampai saat ini, masih saja ada perhatian yang diberikan untuk kegiatan pembangunan di kecamatan Midai.
Hal tersebut dibenarkan Bupati Natuna, Wan Siswandi menyebutkan bahwa kekuatan anggaran yang terjadi saat ini, terus mengalami penurunan, terutama sejak dirinya dilantik sebagai kepala daerah, kendati begitu, dirinya bersama Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda dan tim OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tidak menyerah begitu saja.
Banyak alternative yang bisa ditempuh untuk tetap bisa membangun daerah, tanpa begantung pada kondisi anggaran, salah satunya dengan kegiatan tour dari satu kementrian ke lembaga kementrian lainnya, Natuna banyak memperoleh perhatian, baik yang bersifat pembangunan fisik hingga peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia).
Sebabnya, ditingkat kecamatan terkait Musrenbang ini, hendaknya tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan mutu SDM agar secara jangka panjang, bisa menjamin perbaikan demi perbaikan daerah.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Puskesmas Kecamatan Suak Midai, mulai dari penandatanganan batu prasasti oleh Bupati Natuna Wan Siswandi hingga peninjauan fasilitas ruang, bangunan yang berdiri diatas lahan seluas satu hektar ini, bersumber dari pembebasan lahan sebanyak Sembilan ribu meter dan wakaf dari alm.Katan sebanyak seribu meter.
Saat ini bangunan tersebut, hanya dibekali 6 tenaga bidan dan 6 tenaga perawat serta 1 dokter yang ditugaskan sementara dari Puskesmas Ranai. Jumlah tenaga medis yang ada tidak lebih dari separuh tenaga medis yang ada di Puskesmas Kecamatan Midai.
Narasi dan Foto: Hermann













