Manager PLN Ranai, Akui Ada Peran Bupati Natuna

Manager ULP PLN Ranai Boni Sofianto

ilustrasi kontainer mesin pembangkit pln

Natuna.MNK- Percepatan pembangunan di Natuna, beberapa tahun terakhir dinilai cukup pesat, indikatornya dibarengi dengan kebutuhan suplai jaringan listrik terus bertambah.

Hal ini menyebabkan menipisnya keterbatasan cadangan daya yang diproduksi dari mesin pembangkit milik PT PLN ULP Ranai dan Pian Tengah saat ini dengan total 8,2 Mega Watt.

Manager ULP PLN Ranai Boni Sofianto

Manager ULP PLN Ranai Boni Sofianto, kepada Media Nusantara belum lama ini menyebutkan, saat ini pihaknya hanya memiliki spare atau cadangan daya sekitar 800 KW saja, data tersebut dihitung pada beban puncak pemakaian pelanggan yang mencapai 7400KW dari 6000 KW beban pemakaian normal.

Asummsi daya cadangan tersebut, diperkirakan hanya bisa untuk melayani penambahan sekitar 1000 pelanggan baru golongan rumah tangga, dengan begitu, Natuna mengalami krisis listrik dengan status siaga, mengingat, idealnya PLN memiliki cadangan spare 1 MW atau 1000 KW, sehingga tetap aman membackup kebutuhan pelanggan, saat PLN melakukan pemeliharaan dan perbaikan mesin.

Boni juga menyebutkan, kondisi defisit tidak hanya Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan bahkan hampir semua kabupaten kota di Indonesia mengalami ancaman defisit daya. Hal ini tercatat dalam daftar antrian usulan penambahan mesin pembangkit yang ada ditingkat wilayah, untuk ditindaklanjuti oleh pusat.

Namun untuk menjawab kebutuhan tersebut, pihak cabang hanya bisa mengusulkan sesuai prosedur administrasi dari daftar antrian. Selebihnya keputusan dan kewenangan berada ditingkat atas.

Belum lama ini, saya memang mendengar Pak Bupati beserta wakilnya, berkunjung ke Jakarta dan disambut baik oleh menteri BUMN RI Erick Tohir dikediamannya, lawatan tersebut bupati menyampaikan beberapa kebutuhan daerah termasuk, penambahan daya untuk mengatasi krisis listrik diwilayahnya.

Diketahui selain menjabat sebagai menteri BUMN RI, Erick Tohir juga menjabat dalam susunan komisaris di PLN, sehingga upaya yang dilakukan bupati sudah sangat tepat, ini dibuktikan dengan respon positif, secara singkat memprioritaskan permintaan daerah.

Tak disangka, upaya yang dilakukan Bupati Natuna, lewat jalur diplomasinya membuahkan hasil, sebabnya tak berapa lama, dirinya menerima informasi dari tingkat wilayah, Natuna bakal menerima dua unit mesin pembangkit Caterpillar berkekuatan daya masing-masing sebesar 1 MW untuk dioperasikan di Ranai dan Pian Tengah Natuna.

Kedua unit mesin raksasa tersebut saat ini siap diberangkatkan dari Tembilahan,  terkendala proses pengiriman, karena diperlukan jasa transportasi khusus, untuk mendatangkan mesin pembangkit dengan bobot sekitar 16 ton, belum termasuk container dan tronton (truk pengangkut) diperkirakan, mencapai 20 ton per unitnya.

Silahturahmi Bupati dan wabup Natuna dikediaman Menteri BUMN RI Erick Tohir.

“ kalau ikut prosedur, masih banyak daerah lain, lebih dulu mengusulkan penambahan mesin, yang sampai saat ini belum terealisasi dan menumpuk didalam antrian, termasuk Kabupaten Kepulauan  Anambas merupakan daerah tetangga Natuna”.

Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesigapan kepala daerah, membantu memudahkan PLN Ranai dalam mendukung pembangunan diwilayah kerjanya, terutama disektor ketersediaan pelayanan penerangan.(Hermann).

 

Exit mobile version