JAKARTA, MNK- Persatuan Kader Muda Nahdlatul Ulama (PKMNU) mendesak PBNU untuk melakukan reformasi internal dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Sekretaris Jenderal (Sekjen), Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
PKMNU menilai ketidakhadiran dan ketidakaktifan Sekjen dalam menjalankan tugas kelembagaan telah menimbulkan stagnasi dan penurunan efektivitas organisasi. Mereka menegaskan bahwa PBNU memerlukan pemimpin yang disiplin, hadir, dan memiliki komitmen penuh terhadap tugas-tugas keummatan.
“Kami tidak sedang menyerang pribadi Gus Ipul. Ini murni seruan moral dari kader muda agar PBNU kembali kuat, solid, dan disiplin,” kata R. Rasodi, Koordinator PKMNU, dalam aksi damai di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
PKMNU menekankan bahwa marwah PBNU hanya bisa dijaga jika seluruh pengurusnya menjalankan peran dengan tanggung jawab tinggi. Ketidakhadiran pejabat penting seperti Sekjen dinilai dapat menciptakan kekosongan koordinasi dan menurunkan kepercayaan publik.
Selain mendesak Gus Ipul untuk kembali aktif, PKMNU juga menyerukan agar PBNU memperkuat mekanisme akuntabilitas internal dan membangun budaya kepemimpinan yang terbuka terhadap evaluasi.
“Organisasi besar seperti PBNU tidak boleh bergantung pada satu orang. Disiplin struktural adalah kunci menjaga wibawa dan efektivitas organisasi,” tegas Rasodi.
Aksi damai PKMNU diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap resmi yang menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal moralitas dan profesionalisme dalam tubuh PBNU.
Koresponden andi
