Selain keindahan pemandangan terumbu karang bawah laut, hamparan pasir pantai, yang didominasi tumpukan bebatuan raksasa tersebar di 154 gugusan pulau di Kabupaten Natuna, hutan mangrove termasuk alternatif destinasi wisata yang diyakini mampu menjadi magnet bagi pengunjung, baik masyarakat lokal, domestik hingga mancanegara.
Keberadaan populasi tanaman mangrove di Natuna, tergolong cukup terjaga kelestariannya, mengingat keberadaan tanaman yang berbaris disepanjang hulu sungai air payau ini, memiliki manfaat untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam tak terkecuali habitat fauna didalamnya, selain berperan mempertahankan volume luas daratan dari resiko abrasi, terutama saat daerah ini memasuki cuaca ekstrim setiap pergantian tahun.
Pemerintah daerah Natuna, pada tahun anggaran 2021 lalu, menerima kucuran anggaran senilai Rp.2,2 miliar, dari kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) RI, untuk pembangunan boardwalk mangrove- Pering, Kelurahan Bandarsyah Kecamatan Bunguran Timur diatas lahan mangrove seluas 2 hektar. Menyusul rampungnya kegiatan fisik jembatan berbahan kayu ini, Bupati Natuna Wan Siswandi S.Sos M.Si meresmikan operasional destinasi wisata bakau pertama di pusat Ibukota Kabupaten.
Dalam sambutan singkatnya, Wan Siswandi mengakui, Natuna cukup banyak memiliki potensi wisata, salah satunya taman mangrove. Dengan demikian, wisata mangrove dapat menjadi ikon bagi masyarakat.
“Wisata Natuna akan lebih bergerak lagi kedepan, karena kita ingin Natuna ini tidak hanya di kenal dari Migas dan pertahanan, namun wisatanya juga harus bisa terkenal”.
Siswandi juga mengucapkan terimakasih kepada Dinas Parawisata Natuna yang telah memperjuangkan pembangunan jembatan taman wisata mangrove Pering melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Dirinya berharap, dengan beroperasinya taman wisata Mangrove Pering ini untuk umum, kedepannya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan multiplayer effect yang dikelola melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Kepala Dinas Pariwisata Natuna Hardinansyah menambahkan, alokasi dana pembangunan tempat wisata mangrove di Pering ini, selain pengerjaan jembatan sepanjang 1km, juga mencakup pembenahan sarana akses jalan masuk, berikut penyediaan untuk lahan parkir kendaraan bermotor bagi pengunjung.
Dengan semakin banyaknya pilihan destinasi wisata di Natuna, Ia berharap, kepada masyarakat tempatan, agar bersama-sama memberikan sumbangsih terhadap daerah, selain mempromosikan lewat akses media sosial, merawat fasilitas pariwisata, juga menjaga kebersihan lingkungan serta menyiapkan diri menyambut kemajuan pariwisata daerah
